Dekopin Pusat Priskianto Lantik Pengurus Dekopinwil Bali, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Pulau Dewata
Kamis, 12 Februari 2026
639 x Dilihat
Denpasar | Ceritakoperasi.com – Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat, Priskianto, secara langsung mengambil sumpah dan melantik Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Bali I Nyoman Suwirta beserta jajaran pengurus periode 2025–2030. Pelantikan yang berlangsung khidmat di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (11/2/2026), menjadi tonggak baru dalam memperkuat gerakan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat di Pulau Dewata.
Baca juga:
Pendidikan Anggota 2025, Koperasi Agung Mandiri Teguhkan Kesadaran Berkoperasi di Desa Guwang
Dalam sambutannya, Priskianto menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru Dekopinwil Bali agar mampu menjalankan peran strategis organisasi secara optimal, terutama dalam memberikan pelayanan, edukasi, fasilitasi, dan advokasi kepada gerakan koperasi.
“Kami menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru Dekopinwil Bali. Dekopin memiliki fungsi utama memberikan layanan, memfasilitasi, mengedukasi, serta mengadvokasi gerakan koperasi apabila dibutuhkan. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Dekopin merupakan satu-satunya organisasi gerakan koperasi nasional yang diakui pemerintah, sebagaimana dibentuk oleh Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid (Mahyudin/Mahyani sesuai konteks yang dimaksud dalam rekaman), dan memiliki mandat untuk memperkuat posisi koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
Priskianto menyoroti besarnya potensi Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia yang memiliki peluang luas untuk dikembangkan melalui gerakan koperasi. Ia mengingatkan bahwa pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting agar Bali tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata semata, tetapi juga memperkuat sektor lain melalui koperasi.
“Bali adalah destinasi wisata dunia, namun kita harus belajar dari masa pandemi, ketika seluruh aktivitas pariwisata terhenti dan ekonomi ikut terdampak. Karena itu, koperasi harus mampu menggarap sektor lain seperti perikanan, perdagangan, logistik, dan sektor produktif lainnya yang sesuai dengan potensi wilayah,” jelasnya.
Menurut data yang disampaikan, saat ini terdapat sekitar 6.000 koperasi di Bali, dengan sekitar 1.200 koperasi aktif yang menjadi kekuatan besar dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan. Potensi ini, kata dia, harus dikelola secara profesional agar mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menilai kepemimpinan I Nyoman Suwirta sebagai Ketua Dekopinwil Bali merupakan pilihan tepat, karena memiliki pengalaman, jaringan, serta posisi strategis yang memungkinkan terjalinnya sinergi kuat antara gerakan koperasi dan pemerintah.
“Kami melihat kepemimpinan Pak I Nyoman Suwirta sangat tepat. Dengan pengalaman dan posisinya, sinergi antara gerakan koperasi dan pemerintah akan semakin kuat. Aspirasi koperasi dapat tersampaikan dengan cepat, dan program-program koperasi dapat berjalan lebih responsif,” katanya.
Priskianto juga meluruskan pemahaman keliru yang berkembang di masyarakat terkait program Koperasi Desa Merah Putih. Ia menegaskan bahwa koperasi tidak dibentuk semata untuk menerima bantuan dana pemerintah, melainkan harus memiliki unit usaha yang nyata dan berbasis potensi lokal.
“Koperasi Desa Merah Putih bukan dibangun untuk sekadar menerima dana pemerintah. Koperasi harus memiliki usaha sesuai potensi wilayahnya. Permodalan bisa didukung berbagai lembaga seperti BPR, BPD, LPD, dan lembaga penyalur dana bergulir, dengan pendampingan dari Dekopin,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui program nasional dan Instruksi Presiden telah memberikan perhatian besar terhadap penguatan koperasi, termasuk mendorong koperasi desa untuk memiliki unit usaha strategis seperti penyediaan sembako, layanan kesehatan, apotek, logistik, hingga simpan pinjam.
“Koperasi adalah gerakan ekonomi rakyat yang dibangun sesuai kebutuhan masyarakat. Ini adalah kekuatan besar yang harus kita jaga dan kembangkan bersama untuk mewujudkan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Priskianto mengajak seluruh pengurus Dekopinwil Bali untuk bekerja dengan penuh semangat, memperkuat sumber daya manusia, meningkatkan kolaborasi, serta mendorong inovasi koperasi agar mampu menjadi kekuatan ekonomi masa depan.
“Kami dari Dekopin Pusat siap menerima aspirasi daerah dan membantu mencarikan solusi terbaik. Selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus Dekopinwil Bali. Selamat bekerja. Mari kita majukan Bali melalui gerakan koperasi,” tutupnya.
Pelantikan ini menjadi simbol kebangkitan baru gerakan koperasi di Bali, sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang berlandaskan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kesejahteraan bersama.
(Tim Newsyess)
Berita Terkini
Terpopuler
Terpilih secara Aklamasi Drs. I Ketut Lamun Muliana Nahkodai Dekopinda Kabupaten Gianyar 2026–2031
Berita Terkait