Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jawa Timur, Tonggak Baru Kemandirian Ekonomi Desa
Minggu, 17 Mei 2026
419 x Dilihat
Nganjuk | Ceritakoperasi.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat pembangunan desa berbasis koperasi modern.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut peresmian ribuan koperasi tersebut sebagai tonggak sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa koperasi yang diresmikan bukan sekadar simbol, melainkan telah dilengkapi dengan infrastruktur nyata seperti gedung, gudang penyimpanan, sistem operasional, distribusi barang, hingga dukungan transportasi dan logistik.
“Ini bukan hanya konsep. Ini adalah koperasi yang benar-benar siap bekerja untuk rakyat,” ujar Prabowo dalam tayangan resmi Sekretariat Presiden.
Presiden juga mengungkapkan alasan unik di balik angka 1.061 koperasi yang diresmikan. Awalnya, pemerintah menargetkan peresmian sekitar 1.300 koperasi. Namun, demi memastikan kualitas dan kesiapan operasional, Prabowo memilih meresmikan 1.000 koperasi terlebih dahulu.
Kemudian, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, mengusulkan angka 1.061 karena jika dijumlahkan menghasilkan angka 8, yang disebut sebagai angka favorit Presiden Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah simbol penyemangat. Yang paling utama, menurutnya, adalah keberhasilan pemerintah membangun koperasi dari tahap konsep hingga terwujud dalam waktu kurang dari satu tahun.
“Pembangunan fisik dimulai bulan November, dan bulan Mei sudah selesai. Artinya hanya membutuhkan sekitar tujuh bulan,” jelasnya.
Presiden turut mengapresiasi kerja cepat jajaran pemerintah, khususnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang melaporkan bahwa secara fisik lebih dari 9.000 KDMP/KKMP kini telah siap berdiri di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Prabowo, pencapaian tersebut merupakan prestasi besar bangsa Indonesia dalam membangun fondasi ekonomi rakyat dari desa. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi isu vital yang menentukan masa depan suatu negara.
“Pangan adalah masalah hidup dan mati sebuah bangsa. Kelangsungan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh harga murah dari impor, tetapi apakah kebutuhan pangan itu tersedia atau tidak,” tegasnya.
Prabowo juga menilai Indonesia kini berada pada posisi yang lebih aman menghadapi krisis global karena mulai mampu memperkuat sektor pangan dari dalam negeri. Ketahanan pangan, menurutnya, menjadi benteng utama menghadapi ketidakpastian dunia.
Di akhir sambutannya, Presiden menargetkan sedikitnya 20.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berdiri dan beroperasi pada Agustus 2026 mendatang. Target ambisius tersebut diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di desa, memperkuat distribusi pangan nasional, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Program Koperasi Merah Putih sendiri digadang-gadang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional berbasis desa, sekaligus simbol kebangkitan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi rakyat Indonesia. (Tim Newsyess)
Berita Terkini
Terpopuler
Terpilih secara Aklamasi Drs. I Ketut Lamun Muliana Nahkodai Dekopinda Kabupaten Gianyar 2026–2031
Berita Terkait