Desa Sukawati Launching Desa Wisata Berbasis Budaya Religi, Perkuat Identitas Lokal, Tarik Wisatawan Domestik dan Mancanegara
Sabtu, 24 Mei 2025
1701 x Dilihat
Sukawati, Gianyar – Dalam upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis kearifan lokal, Pemerintah Desa Sukawati secara resmi meluncurkan program Desa Wisata Berbasis Budaya Religi, pada Sabtu, 24 may 2025. Kegiatan launching ini digelar di Wantilan Pura Desa Sukawati dan dihadiri oleh jajaran pemerintah desa adat dan dinas, tokoh masyarakat, serta pelaku pariwisata.
Program desa wisata ini mengangkat potensi Desa Sukawati sebagai pusat budaya dan seni di Bali. Dengan mengusung nilai tradisi, adat, dan kehidupan masyarakat Sukawati, desa ini menawarkan pengalaman wisata yang autentik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Jero Bendesa Desa Adat Sukawati, Ir. I Made Sarwa, M.B.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa inisiatif ini sudah dirancang dari 2 Th lalu, dan baru bisa terwujud saat ini. Hal ini tidak terlepas dari komitmen dan kolaborasi bersama desa adat dan dinas, menjadikan desa sukawati menjadi tempat kunjungan wisata yang lengkap mulai dari Pasar Seni Sukawati, Pantai Purnama sampai dengan wisata budaya berbasis religi, dengan icon Pura Desa Puseh Sukawati. Selain itu tentu sebagai upaya bentuk pelestarian seni, budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Desa Sukawati bukan hanya terkenal dengan pasar seni, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan nilai-nilai religi yang luar biasa. Lewat desa wisata ini, kami mengundang wisatawan untuk merasakan langsung kehidupan spiritual masyarakat kami,” ujar Jero Bendesa
Acara launching di awali dengan sambutan ketua team penggali ekonomi potensi desa sukawati, dilanjutkan sambutan Jero Bendesa Adat Sukawati dan dibuka dengan pemukulan gong di depan pemedal pura desa dan puseh desa adat sukawati, acara launching ini turut dimeriahkan dengan tabuh lelambatan dari seke gong krama istri desa sukawati, sebagai bentuk restu spiritual terhadap program ini dan diakhiri dengan foto bersama, sebagai moment kenangan akan perjalanan sejarah desa wisata budaya religi desa sukawati.
Dengan peluncuran ini, Desa Sukawati berharap mampu menjadi desa wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memberikan kedamaian batin bagi setiap pengunjungnya. Moment yang tidak bisa dilupakan dengan desa yang bernama SUKAWATI yang konon terdiri dari dua suku kata, yakni kata suka dan hati. Unsur kata ini menjadi harapan akan kehadiran para wisatawan dengan rasa suka hati, di SUKAWATI.
#ARS
Berita Terkini
Terpopuler
Terpilih secara Aklamasi Drs. I Ketut Lamun Muliana Nahkodai Dekopinda Kabupaten Gianyar 2026–2031
Berita Terkait